Bobby Nasution memberikan penjelasan terkait sikap tegasnya terhadap Camat Tukka, Yan Munzir Hutagalung, saat meninjau proyek pembangunan tanggul dan sabo dam di wilayah Tapanuli Tengah.15/04/2026
Ia mengaku emosi karena banyak warga di daerah tersebut mengeluhkan belum menerima bantuan pascabencana. Menurutnya, persoalan utama bukan pada ketersediaan bantuan, melainkan lambatnya pendataan sehingga penyaluran tidak berjalan optimal.
Bobby juga menyoroti proses pembebasan lahan yang dinilai berjalan lambat, sehingga menghambat pekerjaan penanganan sungai yang sebenarnya sudah dikontrak oleh pihak Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).
Keterlambatan tersebut membuat proyek belum bisa dimulai meskipun sudah berjalan selama satu bulan. Ia menilai, kendala di lapangan seharusnya dapat diatasi oleh aparatur setempat, mulai dari camat hingga kepala lingkungan.
Menurut Bobby, lambatnya pembebasan lahan juga dipengaruhi oleh sikap warga yang enggan menyerahkan tanah karena belum menerima bantuan. Hal ini memperumit percepatan penanganan banjir di kawasan tersebut.
Ia juga mengungkapkan bahwa wilayah itu rawan tergenang banjir bahkan dalam waktu singkat saat hujan deras. Kondisi tersebut sempat ia saksikan langsung saat melakukan peninjauan.
Untuk itu, Bobby memberikan tenggat waktu selama satu minggu agar proses pembebasan lahan dapat diselesaikan, baik melalui mekanisme normal maupun skema darurat bencana.
Sebelumnya, momen kemarahan Bobby sempat viral di media sosial saat ia meninjau lokasi proyek di Kecamatan Tukka. Dalam video tersebut, ia terlihat menegur keras camat setempat terkait lambannya progres penanganan pascabencana, sementara daerah lain dinilai lebih cepat dalam pemulihan,(ibnuagusmar).
