BANDAR LAMPUNG — Gunung Anak Krakatau yang terletak di perairan Selat Sunda kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik yang signifikan. Sebanyak 15 kali erupsi beruntun tercatat terjadi sejak Sabtu (31/10/2026) malam hingga tengah malam.
Berdasarkan laporan resmi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui aplikasi MAGMA Indonesia dan Pusdalops PB BPBD Kabupaten Lampung Selatan, rangkaian erupsi ini berlangsung mulai pukul 18.30 WIB hingga pukul 23.23 WIB.
Secara visual, tinggi kolom abu erupsi tidak teramati secara langsung karena tertutup cuaca dan tidak disertai suara dentuman atau gemuruh yang terdengar oleh pos pengamatan. Kendati demikian, instrumen seismograf mencatat beberapa letusan memiliki amplitudo maksimum hingga 58 mm dengan durasi mencapai 271 detik.
Rincian Rangkaian Erupsi
Pusdalops BPBD Kabupaten Lampung Selatan mencatat setidaknya ada 15 kejadian erupsi beruntun dalam rentang waktu tersebut, di antaranya:
Pukul 18.30 – 19.54 WIB: Erupsi susul-menyusul secara intensif.
Pukul 19.59 – 20.24 WIB: Aktivitas letusan terekam seismograf dengan amplitudo maksimum bervariasi antara 51 hingga 58 mm (durasi letusan terpanjang tercatat 271 detik pada
pukul 20.24 WIB).
Pukul 20.39 – 23.23 WIB: Erupsi lanjutan terus berlangsung hingga laporan terakhir diturunkan.
Status Siaga dan Poin Rekomendasi PVMBG
Saat ini, Gunung Anak Krakatau masih berada pada Status Level III (Siaga). Terkait aktivitas ini, PVMBG mengeluarkan sejumlah rekomendasi ketat bagi masyarakat, wisatawan, maupun nelayan:
Zona Merah 5 Kilometer: Masyarakat, pengunjung, wisatawan, dan pendaki dilarang keras mendekati serta melakukan aktivitas apa pun dalam radius 5 km dari pusat erupsi.
Larangan di Pulau Baru: Tidak diperbolehkan beraktivitas dalam wilayah radius 1 km dari pulau baru di sektor barat laut dan tenggara Gunung Anak Krakatau.
Waspada Material Vulkanik: Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bahaya lontaran batu pijar, hujan abu lebat, aliran lava, serta potensi erupsi sekunder akibat kontak panas lava dengan air laut atau air hujan.
Imbauan untuk Warga Pesisir: Masyarakat di wilayah pantai Provinsi Banten dan Lampung diimbau untuk tetap tenang, tidak mudah percaya pada isu atau hoaks mengenai potensi tsunami, serta dapat beraktivitas seperti biasa dengan senantiasa mengikuti arahan resmi dari BPBD setempat.
Langkah Tanggap Darurat BPBD Lampung Selatan
Menanggapi rentetan erupsi ini, Pusdalops PB BPBD Kabupaten Lampung Selatan langsung bergerak cepat melakukan langkah-langkah mitigasi:
Melakukan pemantauan intensif melalui WRS BMKG, MAGMA Indonesia, serta jaringan komunikasi radio dan Zello.
Memonitor dan memverifikasi sebaran paparan abu vulkanik di sejumlah wilayah pesisir Lampung Selatan, seperti Kecamatan Rajabasa, Kalianda, Bakauheni, dan sekitarnya.
Bagi masyarakat yang membutuhkan informasi resmi lebih lanjut seputar aktivitas Gunung Anak Krakatau, dapat menghubungi PVMBG di Bandung melalui nomor (022) 7272606 atau Pos Pengamatan Gunungapi Krakatau di Pasauran, Banten, di nomor (0254) 651449 / 085846324506,( **).
